Rover generasi pertama yang berhasil mendarat di Mars bernama Sojourner. Sojourner dinamai dengan nama aktivis perempuan Amerika-Afrika bernama Sojourner Truth. Sojourner pertama kali mendarat di Mars pada tanggal 4 Juli 1997 dengan membawa misi Pathfinder NASA untuk menyelidiki permukaan Mars. Pathfinder mendarat di daerah yang disebut Ares Vallis, sebuah dataran kuno yang dahulunya diperkirakan pernah digenangi air.
 |
| Sojourner microrover. Credit: NASA/JPL-Caltech. |
Dibandingkan dengan generasi penerusnya, Sojourner bisa dibilang memiliki ukurang yang sangat kecil. NASA menyebutnya sebagai microrover. Rover mungil ini bahkan hanya memiliki panjang 26 inci (66 cm), lebar 19 inci (48 cm), dan tinggi 12 inci (30 cm). Dengan 6 roda yang masing-masing dapat bergerak independed, memungkinkan rover dapat tetap bergerak apabila salah satu roda terjebak di pasir lembut permukaan Mars. Kecepatan tertinggi Sojourner menurut NASA adalah sekitar 0.24 kilometer per jam.
Sojourner dilengkapi dengan kamera depan dan belakang serta beberapa perangkat untuk melakukan uji coba ilmiah di sana. Rover ini bergerak menggunakan daya yang didapatnya dari panel surya. Sojourner bertugas untuk menganalisis batuan di tempat pendaratannya, Ares Vallis, dan hasil menunjukan bahwa Are Vallis dahulunya sangat kaya akan air.
Sojourner sebenarnya hanya dirancang untuk hidup selama satu minggu, namun ternyata microrover tersebut dapat bertahan selama tiga bulan, menempuh jarak sejauh 100 meter dari Pathfinder, dan mengabadikan lebih dari 550 gambar. Kabar terakhir dari Sojourner diterima oleh nasa pada Sol 83 (27 September 1997).
Spirit dan Opportunity (2004)
 |
| Spirit dan Opportunity. Credit: NASA/JPL-Caltech. |
Generasi selanjutnya dari Mars Rover NASA adalah si kembar
Spirit dan
Opportunity. Mereka mendarat secara terpisah dengan selang waktu 21 hari, tepatnya pada tanggal 4 Januari 2004 (Spirit) dan 25 Januari 2004 (Opportunity) dengan misi mencari tanda-tanda aktivitas air di masa lalu. Jika dibandingkan Sojourner, Spirit dan Oppurtunity terlihat jauh lebih besar dengan tinggi mencapai 1 meter dan berat 180 kilogram
Spirit mendarat di sebuah kawah yang bernama Gusev Crater, yang diduga sebagai danau purba. Dalam penjelajahannya, Rover menemukan banyak bukti berupa batu yang terbentuk karena interaksi dengan air di masa lalu. Pada tahun 2005, Spirit memanjat gunung setinggi Patung Liberty, dan untuk pertama kalinya proses pembentukan
Martian Dust Devil berhasil terekam kamera.
 |
| Penampakan Martian Dust Devil yang diabadikan Rover Spirit pada Sol 1120. Credit: NASA/JPL-Caltech. |
Sayangnya pada April 2009, Spirit terjebak di pasir Mars. Ilmuan telah bekerja semaksimal mungkin, namun Rover belum bisa keluar dari pasir tersebut. Tanpa kemampuan bergerak, Spirit tidak dapat memiringkan panel suryanya ke arah Matahari, dan perlahan mulai kehilangan daya. NASA kehilangan kontak dengan Spirit pada 2011, setelah beberapa komponen Rover mungkin mengalami kerusakan yang parah karena musim dingin yang cukup ekstrim di Mars. Spirit dimaksudkan untuk misi 90 hari, namun berhasil bertahan lebih dari 6 tahun, dan menjelajah hingga 4,8 mil melintasi permukaan planet Mars.
Dari Spirit, kita beralih ke Opportunity. Pada 2004, Opportunity secara tidak terduga mendarat dengan melakukan pendaratan langsung ke kawah yang dituju, yang kemudian dinamai Eagle Crater. Rover kemudian mulai menjelajahi dataran di sekitarnya. Opportunity juga mengirim gambar temuan unik. Yaitu foto kerikil-kerikil yang kaya akan besi yang dijuluki
Martian 'Blueberries' (Bluberi Mars). Batuan tersebut diyakini juga menjadi bukti bahwa dahulu pernah ada air di Mars.
 |
| 'Bluberi' Mars. Credit: NASA, JPL-Caltech. |
Hal buruk kemudian terjadi di Mars. Pada 30 Mei 2018, badai debu mengamuk di planet merah tersebut selama empat bulan. Debu tersebut kemungkinan menutupi panel surya Opportunity, yang menyebabkan NASA kesulitan untuk menghubunginya. Tanggal 12 Februari 2019, NASA memutuskan untuk menghentikan usaha menghubungi Opportunity, dan misi penjelajahan oleh Opportunity dinyatakan selesai. Opportunity telah menjalankan misi jauh diluar ekspektasi, dengan melaju sejauh 45 kilometer dan melakukan penjelajahan planet tak berpenghuni tersebut selama lebih dari 14 tahun.
Curiosity (2012)
 |
| Potret selfie dari Curiosity pada 2014. Credit: NASA/JPL-Caltech/MSSS. |
Rover terakhir milik NASA yang mendarat di Mars diberi nama Curiosity. Mendarat pada 6 Agustus 2012, Curiosity dibekali kemampuan yang lebih dibandingkan pendahulunya. Robot seberat 1 ton seukuran SUV ini menjadi kendaraan terbesar yang pernah mencapai permukaan mars. Bahkan, para ilmuan NASA perlu berpikir keras untuk dapat menurunkannya.
Curiosity juga menjadi rover pertama NASA yang tenaganya bukan berasal dari cahaya matahari, namun menggunakan tenaga Nuklir. Rover ini mengandalkan tenaga dari generator termoelektrik radioisotop nuklir, yang menghasilkan listrik dari panas peluruhan radioaktif Plutonium-238. Mungkin NASA beralih ke tenaga nuklir karena generasi sebelumnya yang berakhir dengan kekurangan tenaga karena masalah panel surya.
Curiosity membawa misi untuk mencari tahu tanda-tanda pendukung kehidupan di Mars. Dari lokasi pendaratannya di Gale Creater, Ia telah menyelidiki banyak sekali penemuan dengan seluruh instrumen yang dibawanya, yang seluruhnya berjumlah 10. Termasuk beberapa kamera, sensor cuaca dan atmosfer, spektrometer yang dapat menentukan komposisi kimia batuan, hingga laser yang dapat menembus bongkahan batuan mars berusia 3,5 miliar tahun dan menemukan bahan penyusun kehidupan.
Kini, Curiosity sudah menjalankan misi selama tepat 7 tahun (pada 6 Agustus 2019 lalu) dan diperkirakan baterai nuklirnya masih dapat terus berfungsi 6 hingga 9 tahun ke depan, mungkin lebih lama lagi.
Mars 2020 Rover (2021)
 |
| Beberapa istrumen penting yang dipasangkan pada Mars 2020 Rover. Credit: NASA/JPL-Caltech/Mars Exploration Program. |
Semakin berkembangnya teknologi, mendorong NASA untuk terus mengembangkan rovernya demi menguak masa lalu planet merah. Kini, NASA tengah menyiapkan generasi terbaru robot penjelajah mars yang nantinya akan dikirim oleh NASA pada Juli atau Agustus 2020 mendatang.
Dari tampilannya, Mars 2020 hampir mirip dengan pendahulunya, Curiosity. Ia memiliki panjang 3 meter, lebar 2,7 meter, dan tinggi 2,2 meter. Hampir seukuran mobil, namun beratnya diperkirakan hanya 2.314 pound (1.050 kilogram). Ada sekitar 7 instrumen ilmiah yang dibawanya, termasuk kamera canggih, sensor cuaca, radar untuk menentukan kondisi geologis planet, hingga MOXIE (Mars Oxygen ISRU System), yaitu instrumen canggih yang dapat menghasilkan oksigen dari atmosfer Mars yang didominasi karbon dioksida,
Mars 2020 Rovers dijadwalkan akan mendarat di planet Mars pada Februari tahun 2021, dengan membawa misi yang cukup berarti bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan astronomi. Rover tersebut tidak hanya akan menjelajahi Mars, tapi juga akan mengambil beberapa sampel untuk dibawa pulang ke bumi, dan menentukan apakah manusia bisa ikut menjelajahi planet itu suatu saat nanti.
Semoga semuanya berjalan sesuai rencana.
Source: Space.com
0 Response to "Mengenal Keluarga Rover Penjelajah Mars Milik NASA"
Post a Comment