Lebih Dekat dengan Uranus, Planet Terdingin di Tata Surya
Seperti yang kita semua tahu, Uranus merupakan planet ketujuh dari matahari. Uranus juga tergolong dalam kategori planet gas raksasa bersama Jupiter, Saturnus, dan Neptunus. Biasa kita kenal juga dengan sebutan Planet Jovian. Namun, untuk membedakan dengan planet jovian lain, ilmuan biasa menempatkan Uranus sebagai Raksasa Es, bersama dengan Neptunus. Itu karena komposisi Uranus dan Neptunus memang berbeda dengan Jupiter dan Saturnus.
Uranus memiliki susunan atmosfer yang hampir sama dengan planet gas raksasa lainnya. Didominasi hidrogen (83%) dan helium (15%), namun mengandung lebih banyak unsur es berupa amonia, air, dan metana. Es di planet ini tercipta karena jaraknya terhadap matahari cukup jauh, yang membuat suhu di planet ini bisa sampai 49° Kelvin (-224°C). Jarak Matahari ke Uranus kurang lebih 20 satuan astronomi (3 miliar kilometer) atau 20 kali jarak matahari ke bumi. Dengan kemiringan hingga 97,77° membuat planet ini seolah-olah bergerak mengelilingi matahari dengan cara menggelinding, berbeda dengan planet kebanyakan yang bergerak seperti gasing.
Penemuan
Planet Uranus dengan keunikannya sempat menjadi sebuah misteri bagi peradaban kuno. Banyak ilmuan yang menyalah tafsirkan Uranus sebagai sebuah bintang. John Flamsted adalah salah satu pengamat yang tercatat paling awal mengamati planet ini pada tahun 1690, dan sudah mengamati Uranus sedikitnya sebanyak enam kali.
![]() |
| Sir William Herschel. Credit: Wikimedia Common. |
Pada akhir abad ke-18, seorang Astronom Sir William Herschel, menemukan bahwa objek luar angkasa yang pada awalnya dianggap sebagai bintang, sebenarnya merupakan sebuah dunia baru; sebuah planet biru yang sangat dingin.
Asal Nama Uranus
Pada mulanya, para ilmuan memperdebatkan nama apa yang seharusnya dipakai untuk objek luar angkasa baru ini. Herschel, yang diberi hak untuk memberi nama planet temuannya pun mengajukan nama Georgium Sidus untuk menghormati Raja George III. Namun karena nama tersebut tidak populer di luar Britania, beberapa nama usulan kemudian bermunculan.
Salah satunya adalah usulan dari Astronom Jerome Lalande, yang menyarankan bahwa planet itu sebaiknya dinamai sesuai dengan nama penemunya, yaitu Herschel. Tetapi, Astronom Johann Elert Bode berpikiran lain. Ia berpikir, bahwa jika Saturnus merupakan ayah dari Jupiter, planet baru ini pun harus dinamai dengan nama ayah dari Saturnus (berdasar urutan dari matahari), yaitu Caelus. Namun, daripada mengikuti tradisi penamaan planet menggunakan nama dewa Romawi, Bode lebih memilih untuk mencarikan padanan dewa Yunani dari Caelus, yaitu Ouranos yang kemudian diubah menjadi Uranus.
Sistem Cincin Uranus
Jika kamu masih beranggapan bahwa planet bercincin itu hanya saturnus, coba ubah pemikiran tersebut. Faktanya, seluruh planet gas raksasa di tata surya memiliki sistem cincinnya masing-masing, termasuk juga Uranus.
Uranus memiliki sistem cincin yang cukup rumit, dan merupakan cincin terumit kedua setelah Saturnus. Tercatat, ada tiga belas cincin yang mengitari planet es tersebut, dan yang paling terang adalah cincin ε (Epsilon). Seluruh cincin Uranus (kecuali dua cincin), berjarak sangat dekat, hanya beberapa kilometer saja.
![]() |
| Cincin luar yang paling terang bernama Cincin ε. Credit: NASA, JPL. |
Cincin Uranus diperkirakan masih tergolong cukup muda, dan cincin tersebut tidak terbentuk secara berasamaan dengan pembentukan planet. Mungkin cincin tersebut dahulunya terbentuk oleh serpihan beberapa satelit yang dulunya bertabrakan dengan kecepatan tinggi dan kemudian terjebak di zona stabil yang bersesuaian dengan cincin yang ada kini. Herschel menggambarkan bahwa cincin tersebut mungkin telah ada mengitari Uranus sejak 1789, namun masih banyak yang meragukannya karena cincin-cincin tersebut terlalu redup dan tak ada yang berhasil menemukan keberadaannya selama hampir dua abad.
![]() |
| Sistem cincin uranian. Credit: Wikipedia. |
Hingga pada tahun 1977, James L. Elliot secara tidak sengaja berhasil menemukan sistem cincin Uranus tersebut. Mereka pada awalnya berencana menggunakan okultasi Bintang SAO 158687 untuk mempelajari atmosfer Uranus. Namun saat pengamatan, para peneliti mendapati bahwa bintang tersebut telah menghilang sebanyak lima kali sebelum akhirnya bintang tersebut tertutupi planet. Dengan keanehan tersebut, mereka menyimpulkan pasti ada suatu sistem cincin yang mengitari planet itu. Beberapa waktu kemudian mereka kembali mendeteksi empat cincin tambahan, yang kemudian langsung dicitrakan oleh Voyager 2 saat melintasi planet tersebut. Dua cincin kembali ditemukan setelahnya oleh Voyager 2, dan pada tahun 2005 Hubble Space Telescope menemukan dua cincin lagi yang membuat jumlah keseluruhan cincin menjadi 13.
Satelit Alami
![]() |
| Satelit alami Uranus. Dari kanan ke kiri: Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, Oberon. Credit: NASA, JPL, Sen. |
Hingga kini, tercatat ada 27 buah satelit alami yang mengitari planet Uranus. Lima yang paling besar adalah Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon. Namun, jika dibandingkan dengan satelit alami raksasa gas lainnya, milik Uranus bisa dibilang merupakan salah satu yang kurang masif. Satelit terbesarnya, Titania, bahkan hanya memiliki radius sebesar 788,9 kilometer, lebih kecil dari setengah jari-jari bulan.
Cara Mengamati Uranus
Uranus tergolong planet yang sulit untuk diamati dengan mata telanjang, karna penampakannya yang cukup redup. Untuk melihatnya dengan jelas, kamu perlu menggunakan alat bantu seperti teropong atau teleskop. Saat terbaik untuk mengamatinya yaitu ketika Uranus berada pada posisi Oposisi, yang mana itu terjadi ketika matahari-bumi-dan uranus berada pada garis lurus. Pastikan juga langit di rumahmu sedang cerah dan memiliki tingkat polusi udara rendah!
Fakta Unik Uranus
1. 1 tahun waktu di Uranus setara dengan 84 tahun waktu di bumi, yang mana jika kamu bisa tinggal di sana, kamu hanya akan merasakan satu kali revolusi dalam seumur hidupmu.
2. Uranus merupakan planet terdingin di tata surya, dengan suhu hingga 49° Kelvin atau setara dengan -223.3° Celcius.
3. Sekitar 80% komposisi uranus terdiri dari lautan es yang terbuat dari air, ammonia, dan metana. Itu yang menyebabkan warna planet menjadi biru.
4. Uranus memiliki kemiringan hingga 97.77°, yang membuat kutub utaranya berada di samping, bukannya di atas, dan seolah-olah berevolusi dengan cara menggelinding.
5. Uranus merupakan satu-satunya planet di tata surya yang dinamai dengan nama Dewa Yunani.
6. Uranus merupakan planet pertama yang ditemukan di zaman modern.
7. Satu-satunya wahana antariksa yang pernah mengunjungi Uranus hanya Voyager 2
8. Uranus memiliki atmosfer yang sangat bau. Mirip seperti bau kentut atau telur busuk.





0 Response to "Lebih Dekat dengan Uranus, Planet Terdingin di Tata Surya"
Post a Comment